Laki-laki Menilai Dirinya Lebih Cerdas Dibandingkan Perempuan

April 13, 2023


Laporan diri mengenai inteligensi menjadi bahasan yang cukup penting karena menggambarkan kesadaran diri dan berperan dalam kesuksesan individu. Berbeda dengan inteligensi psikometrik yang diukur dengan tes objektif, laporan diri mengenai inteligensi lebih bersifat subjektif yang merupakan persepsi individu terhadap kemampuan kognitif yang dimilikinya. Sudah lebih dari 40 tahun topik ini masih dibahas oleh para peneliti. Secara umum, laki-laki menilai dirinya memiliki inteligensi umum yang lebih tinggi dibanding perempuan. Namun apakah temuan itu masih relevan?

Inteligensi saat ini lebih dilihat secara multidimensi. Dia tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki beberapa jenis. Selain itu, kondisi masyarakat saat ini juga sudah sangat berbeda dibanding 40 tahun yang lalu, dimana sekarang perempuan jauh lebih mudah untuk memperoleh akses pendidikan. Oleh karenanya, Akhtar dan Silfiasari (2022) melakukan sebuah studi pada 869 mahasiswa di Indonesia untuk melihat apakah ada perbedaan dalam laporan diri mengenai inteligensi antara laki-laki dan perempuan. Penilaian tidak hanya dilakukan pada inteligensi umum saja, namun juga pada kemampuan yang lebih spesifik, seperti penalaran fluida (fluid reasoning), ingatan kerja (short-term working memory), ingatan jangka Panjang (long-term memory), pemahaman pengetahuan (comprehension knowledge), kecepatan pemprosesan (processing speed), dan pemrosesan visual (visual processing).

Hasil penelitian ini menujukkan bahwa secara umum, laki-laki menilai dirinya memiliki inteligensi yang lebih tinggi dibanding perempuan. Namun perbedaan ini tidak berlaku bagi semua kemampuan yang lebih spesifik. Laki-laki menilai dirinya memiliki kemampuan penalaran dan pemrosesan visual yang lebih baik dibanding perempuan. Namun dalam hal ingatan kerja, ingatan jangka Panjang, kecepatan pemrosesan, dan pemahaman pengetahuan, tidak ditemukan perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Temuan ini menegaskan temuan-temuan sebelumnya, dan berlaku universal baik di negara Barat maupun Timur.

Temuan ini menegaskan asumsi di masyarakat bahwa inteligensi erat kaitannya dengan maskulinitas. Laki-laki menilai dirinya lebih baik dalam hal penalaran dan pemrosesan visual karena dua kemampuan ini erat kaitannya dengan inteligensi umum. Hal ini dapat menjelaskan mengapa pekerjaan tertentu yang mengandalkan penalaran dan kemampuan spasial (misalnya sopir, pilot, insinyur) didominasi oleh laki-laki di Indonesia. Meskipun akses ke pendidikan sekarang sudah relatif setara untuk laki-laki dan perempuan, namun dalam hal penilaian subjektif mengenai kecerdasan, laki-laki masih dinilai lebih cerdas dibanding perempuan.

Referensi
Akhtar, H., & Silfiasari. (2022). A brief measure of self-reported cognitive abilities: Are males and females different?. Testing, Psychometrics, Methodology in Applied Psychology. 29(4), 475-493. https://doi.org/10.4473/TPM29.4.6

Share this :

Mahasiswa PhD di ELTE, Hungaria. Dosen Psikologi di UMM, Indonesia.

Previous
Next Post »
0 Komentar